Polres Bengkayang – Pada hari minggu tanggal 30 Agustus 2020 Brigadir Dionisius Noris personil polsek seluas Polres Bengkayang melaksanakan Sosialisasi Adaptasi kebiasaan Baru kepada Masyarakat Desa Seluas Kecamatan seluas kabupaten Bengkayang.

Brigadir Dionisius Noris menjelaskan Sudah tak terhitung berapa lama kita harus berada dirumahaja karena pandemi Covid-19 yang belum juga usai. Dari yang harus beradaptasi dengan kondisi baru, hingga akhirnya kita memiliki rutinitas yang berbeda dari sebelumnya. Sebagian dari kita mungkin sudah bisa bersyukur dan menikmati keadaan berkumpul dengan keluarga inti di rumah, namun pasti masih ada yang menahan rindu dengan orang tua atau keluarga yang tinggal terpisah. Selain itu, tentu dampak ekonomi mulai terasa baik secara pribadi maupun dalam sektor bisnis yang lebih besar. Seolah dalam keadaan menunggu, sampai kapan ini akan berakhir dan kita kembali beraktivitas normal.

Menurut Lembaga Biologi Molekuler atau LBM Eijkman, pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda akan usai. Seluruh dunia (termasuk Indonesia) masih berupaya menemukan vaksin sehingga belum bisa dipastikan kapan pandemi akan berakhir. Sementara itu, berbagai sektor kehidupan mulai menunjukkan dampak pandemi, khususnya sektor ekonomi. Sehingga, dengan terpaksa kita diharuskan bisa beradaptasi dan hidup ‘berdampingan’ dengan virus ini. New Normal, begitu istilahnya atau bisa disebut dengan adaptasi kebiasaan baru. Seperti apa, sih adaptasi kebiasaan baru di Indonesia?

Adaptasi kebiasaan baru adalah cara kita merubah perilaku, gaya hidup, dan kebiasaan. Keadaan dimana ketika PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) mulai dilonggarkan, protokol kesehatan tetap dilakukan sehingga kita tetap bisa produktif dengan tetap mencegah terjangkit virus corona. Adaptasi kebiasaan baru ini dilakukan pada sektor atau bidang penting seperti rumah ibadah, pasar atau pertokoan, perkantoran, transportasi umum, hotel, dan restoran, serta dilakukan saat wilayah sudah menjadi zona aman (zona hijau) yang dihitung berdasarkan data dan fakta di lapangan. Jika Anda belum tahu, pemetaan zona terbagi menjadi :

Zona hijau: zona tidak terdampak

Zona kuning: zona dengan tingkat resiko rendah

Zona oranye: zona dengan tingkat resiko sedang

Zona merah: zona dengan tingkat resiko tinggi

Ketika pelonggaran mulai berlaku, kita tetap harus melaksanakan protokol kesehatandengan menggunakan masker, jaga jarak ideal, rajin mencuci tangan dengan sabun, olahraga teratur, dan jaga asupan gizi. Selain itu, perhatikan juga situasi dan kondisi tempat bekerja, sejauh mana kegiatan daring (online) bisa didahulukan daripada luring (offline).

Brigadir Dionisius Noris juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada Masyarakat Desa Seluas kecamatan Seluas Jika terpaksa harus tetap bekerja di kantor atau harus melakukan kegiatan luar ruang, ingat:
1. Saat kembali ke rumah, jangan bersentuhan dengan anggota keluarga sebelum mandi.
2. Segera mencuci pakaian dan masker dengan deterjen. Jangan menggantung pakaian dan masker yang telah dipakai di luar rumah.
3. Bersihkan handphone, tas, benda lain dengan disinfektan.
4. Tingkatkan daya tahan tubuh dengan asupan yang bergizi serta istirahat cukup.
5. Jaga kesehatan mental dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan bersama keluarga.
Adaptasi kebiasaan baru, bisa berjalan secara efektif jika kita mau menaati dan konsisten dengan protokol kesehatan yang ada. Diharapkan, segala lapisan bisa memahami dan menjalankan tatanan hidup baru ini dengan sebaik-baiknya agar kita bisa tetap beraktivitas normal (dengan kebiasaan yang baru) dan terhindar dari penyebaran virus corona.