Jaringan internet maupun aplikasi jejaring sosial telah merambah ke seluruh masyarakat dan golongan hingga ke pelosok desa, sehingga sangat mudah bagi siapa pun untuk mengakses berbagai macam informasi dari media sosial.

Salah dalam penggunaan internet maka akan berdampak negatif, sehingga dapat menyebabkan terjadinya gangguan Kamtibmas bahkan bisa terjerat oleh hukum. Menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas terkait bijak dalam bermedia sosial dan menerima sebuah informasi maupun berita yang belum pasti kebenarannya atau hoax merupakan suatu tugas yang diemban oleh Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).

Menyikapi hal tersebut, Bhabinkamtibmas desa sendoreng Polsek Monterado Polres Bengkayang Polda Kalbar Bripka Albertus Rio menyambangi warga desa binaannya dan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga untuk cerdas menggunakan media sosial dan waspada menyikapi informasi maupun berita yang belum pasti kebenarannya atau hoax yang beredar di Media Sosial (Medsos) Kamis, (08/06/2002).

 

“Dalam menggunakan smart phone anak-anak perlu kita awasi karena akses internet melalui smart phone dapat di salah gunakan, salah satu contohnya adalah mudahnya menjumpai konten yang berbau pornografi”, ucap Bripka Albertus Rio pada warga.

Bripka Albertus Rio juga menghimbau masyarakat harus pintar dalam memilih dan menyikapi setiap pemberitaan dan informasi yang ada di media sosial, khususnya masyarakat Kecamatan Monterado Kabupaten Bengkayang harus cerdas dalam menanggapi informasi dan berita yang belum pasti kebenarannya atau hoax.

“Jangan sampai kita terjerat hukum diakibatkan menyebarkan berita hoax yang bisa menimbulkan gangguan Kamtibmas”, pintannya.

Dia mengharapkan peran orang tua terhadap anak-anak dalam menggunakan smartphone perlu perhatian dan pengawasan yang serius agar anak-anak tidak mengakses konten yang negatif di Internet melalui smartphone.

“Perlu diperhatikan juga anak-anak jangan sampai ketagihan terhadap handphone yang bisa mengakibatkan anak-anak malas untuk belajar”, harapnya.