polresbengkayang.com – Intoleransi dan radikalisme sering disebut sebagai bibit-bibit terorisme. Kelompok radikal biasanya berusaha menumbuhkan kebencian terhadap kelompok lain dengan menggunakan ujaran kebencian dan provokasi.

Peran aktif aparatur desa disebut dapat mencegah merebaknya gerakan radikal dan terorisme di masyarakat. Untuk itu sebagai upaya preemtif personil Sat Polair Polres Bengkayang laksanakan sambang dialogis terhadap perangkat desa yang ada di wilayah pesisir, Rabu (02/10/19).

Pada kesempatan ini Brigadir Elli Juwarsa sampaikan bahwa Pemerintah tingkat desa ibarat gerbang utama untuk menangkal radikalisme dan bibit terorisme, pasalnya mereka cenderung dalam posisi paling dekat dengan masyarakat.

Luasnya wilayah pesisir yang ada di wilkum Polres Bengkayang merupakan pintu masuknya paham radikalisme dan intoleransi untuk itu “mari upayakan setiap pendatang baik itu nelayan dari luar wajib lapor dan wajib lapor pun dipantau. Ini upaya paling baik yang bisa dilaksanakan untuk mencegah paham radikalisme dan terorisme, ungkap Brigadir Elli Juwarsa.

Kemudian upaya selanjutnya pemerintah desa bisa melaporkan adanya warga yang dicurigai berpikir dan bertindak radikal maupun dugaan tindak terorisme kepada pihak berwenang dan pemerintah di atasnya sebagai bentuk partisipasi pencegahan.