polresbengkayang.com – Sekira pukul 09.00 wib masyarakat dari petani kebun buah kelapa sawit dari Kecamatan Seluas dan Kecamatan Jagoi Babang berkumpul di simpang pabrik PT. Wahana Kebun Nusantara (PT. WKN) untuk menyampaikan aspirasi ke pihak management perusahaan.(05/01/2019).

Dalam aksi tersebut masyarakat petani kebun buah kelapa sawit Kecamatan Seluas dan Kecamatan Jagoi Babang meminta penjelasan terkait dengan penunggakan pembayaran DO hasil penjualan ke pihak perusahaan yang hanya dibayarkan 10% oleh pihak management perusahaan.

Selanjutnya sekitar 80 orang massa dari petani kebun buah kelapa sawit berkumpul di depan pintu masuk Pabrik PT. WKN Desa Sentangau Jaya Kecamatan Seluas dan berteriak meminta penjelasan tersebut. Kemudian pihak management perusahaan menemui warga melalui Asisten marketing Sdr. RONAL memberikan penjelasan kepada warga bahwa memang perusahaan sedang mengalami atau masih dalam proses penjualan CPO yang sekarang msh ditimbun disebabkan karena belum terjual.

Setelah mendengarkan penjelasan tersebut masyarakat petani kebun merasa tidak puas dengan hasil tersebut sehingga masyarakat bertekad tetap akan melakukan pemagaran atau penyegelan pintu pabrik secara ritual adat dayak yang terdiri dari Tempayan, piring, beras kuning, babi, ayam dan anjing.

“Saya berharap masyarakat petani yang melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu masuk pabrik PT. WKN dapat menjaga sikap agar tidak melakukan aksi anarkis yang dapat mengganggu situasi kamtibmas” ujar Ipda DARMWAN. SH.

Kegiatan aksi tersebut Polsek Seluas dibantu oleh BKO personil Polres Bengkayang, Polsek Jagoi Babang, Polsek Sanggau Ledo serta Polsek Ledo sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan dengan aman dan terkendali dan selaku penanggung jawab dilapangan oleh Waka Polres Bengkayang KOMPOL H. ADIONO DWI WALUYO,S.I.K, M.A.P.

Waka Polres Bengkayang berikan himbauan saat masa melakukan orasi didepan pintu masuk Pabrik PT. WKN dengan tidak melakukan aksi anarkis bahkan jangan terpancing emosi serta tetap menjaga situasi yang aman dan kondusif.

Penulis : ENELXON