Polres Bengkayang – Mengingat sebentar lagi akan mulai memasuki musim hari tanpa hujan yang biasanya terjadi dalam beberapa minggu dan biasanya dimanfaatkan oleh Petani ladang berpindah untuk membakar lahar sehingga berpotensi menyebabkan kebakaran Hutan dan bencana Kabut Asap.

Hal inilah yang menjadi perhatian Kepolisian Sektor Seluas sehingga kegiatan sosialisasi Stop Karhutla lebih gencar dilakukan karena sangat banyak dampak negatif yang diakibatkan oleh Kebakaran Hutan dan Lahan, salah satunya adalah api yang sulit di kendalikan sehingga dengan mudah dapat merayap ke lahan lainnya dan dapat mencemari udara akibat asap yang ditimbulkan dari Kebakaran Hutan dan Lahan.

Untuk itu Kepolisian Sektor Seluas memberikan imbauan tentang Stop Karhutla atau Stop membuka Lahan dengan cara dibakar dengan cara berdialong  dengan Masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai Petani dan memberikan saran agar lebih baik becocok tanam dengan Lahan tetap atau tidak berpindah di Desa Seluas Jumat, (18/08/20).

Adapun maksud dan tujuan Polsek Seluas melaksanakan  Imbauan agar Masyarakat tidak memuka Lahan dengan cara dibakar adalah untuk mencegah timbulnya bencana Kabut asap akibat dari pembukaan Lahan dengan cara dibakar mengingat diwilayah Kecamatan Seluas pada tahun 2019 tercatat ada 1 kasus Karhutla .

Kapolsek Seluas Ipda Suwandi, S.H berharap kepada Masyarakat untuk tidak membuka Lahan dengan cara dibakar mengingat dampak yang ditimbulkan, apa lagi jika sudah memasuki musim kemarau curah hujan rendah sehingga rentan menjalar ke Lahan-lahan yang lainnya.

“Mari bersama-sama kita jaga lingkungan kita agar tetap asri dengan tidak membuka lahan dengan cara dibakar supaya kita terhindar dari bencana kabut asap yang dapat merugikan kita sendiri dan orang lain, lebih baik kita berdayakan lahan kita yang sudah ada agar tidak setiap tahun kita berpindah-pindah lokasi”, ucap Kapolsek Seluas.