Bengkayang, Kalbar – Tim Puslitbang Polri melaksanakan penelitian dalam menanggulangi paham Intoleransi dan Radikalisme guna mencegah Terorisme di Wilayah Hukum Polres Bengkayang.

Adapun penelitian yang mengambil tema “Penguatan Peran Polri Dalam Menanggulangi Intoleransi dan Radikalisme Guna Mencegah Terorisme” berlangsung di Aula Tunggal Panaluan, Selasa (14/11/23) pagi, dipimpin oleh Ketua Tim Puslitbang Polri Kombes Pol Saefuddin Mohammad, S.I.K. bersama tiga orang anggota serta didampingi sembilan personel Polda Kalbar.

Sementara itu, kegiatan dihadiri Kapolres Bengkayang AKBP Teguh Nugroho, S.H., S.I.K., M.I.K., Pju Polres Bengkayang, personel Polres dan Polsek serta para tamu undangan yang menjadi objek penelitian.

Dalam sambutannya, Kapolres mengucapkan terima kasih kepada para rombongan Puslitbang Polri dan Tim pendamping dari Polda Kalbar serta seluruh undangan peserta yang hadir, baik dari dinas maupun dari pihak sekolah, tokoh agama dan tokoh masyarakat beserta seluruh hadirin peserta di Polres Bengkayang.

Mengenai bibit atau embrio terorisme, Teguh menegaskan hal itu harus segera dilakukan pencegahan dan peran aktif serta kerjasama semua pihak untuk memberantasnya.

Kapolres berharap dengan adanya kegiatan ini semua pihak mendapatkan feedbacknya sebagai acuan pedoman anggota Polri saat bertugas di wilayah hukum Polres Bengkayang.

Kemudian disampaikan Ketua Tim Penelitian mengatakan akhir – akhir ini kerukunan umat beragama terganggu oleh kelompok intoleran dan radikalisme, karena berdampak pada situasi Kamtibmas.

Lebih lanjut dikatakannya, Polri melakukan upaya preemtif dan preventif terhadap kasus intoleransi dan radikalisme salah satunya dengan upaya melakukan penelitian-penelitian yang akan dilakukan, ada 2 metode yakni metode kuantitatif dan kualitatif.

“Metode kuantitatif dilakukan dengan mengisi angket dan metode kualitatif dilakukan dengan cara wawancara mendalam. Kami harapkan dapat diberikan data yang benar sehingga penelitian dapat berjalan dengan lancar,” pungkas Saefuddin.

“Tujuan wawancara ini untuk mengetahui rencana dan upaya Polri serta peran masyarakat dalam upaya penanggulangan Intoleransi dan Radikalisme guna mencegah Terorisme,” jelasnya.